Sempat Alot Mediasi Antara Warga Beji dan PT. Andarawita Mitra Unggas Terjadi Kesepakatan

58
Patuk,(Suaragunungkidul.com)– Mediasi antara warga Padukuhan Kerjan, Desa Beji, Kecamatan Patuk dan PT Andara Mitra Unggas sempat alot namun akhirnya kedua belah pihak setuju untuk membuat kesepakatan yang saling menguntungkan, kesepakatan bersama tersebut dilakukan antara warga dan PT AMU di kantor kepala Desa Beji Sabtu (15/2/2020) disaksikan oleh pemerintah Desa Beji dan pihak PLN cabang Wonosari.
Mediasi antara warga dua RT di Padukuhan Kerjan dan PT AMU tindak lanjut permintaan warga atas kompensasi pemadangan jaringan listrik oleh perusahaan unggas yang melewati tanah pekarangan warga RT 04 dan 06, Padukuhan Kerjan warga menuntut agar kompensasi yang diberikan PT.Andarawita Mitra Unggas sesuai dengan kesepakatan warga terkait pepohonan dan pekarangan yang terdampak penambahan tiang dan jaringan listrik yang masuk ke perusahaan tersebut.
“Kami meminta kenaikan besaran kompensasi yang semula ditawarkan kepada kami itu sesuai, kami juga tidak akan mempersulit pihak yang punya kandang jika semua bisa mufakat setelah mediasi ini,” jelas Kisruh salah seorang warga yg turut hadir.
Sementara saat di mintai tanggapanya perwakilan PT AMU pada intinya menyetujui permintaan warga untuk menambah kompensasi namun besaran yang ditawarkan 3.5 kali lipat dari persetujuan awal dan juga akan diukur sesuai kemampuan finansial.
“Perusahaan bersedia menaikkan penawaran kompensasi dengan mengganti rugi tanah yang akan ditanami tiang sebesar 3,5 juta yang pada penawaran awal sebesar 1juta, sedangkan untuk pohon 750 – 800 ribu untuk pohon yang ditebang dilihat dari besar kecil dan jenis pohonnya, dan nantinya pohon yang ditebangpun akan menjadi milik warga,” ungkap Agung, penanggungjawab PT.Andarawita Mitra Unggas.
Walaupun sempat alot dalam pembahasannya, kedua belah pihak akhirya menyepakati mediasi dengan hasil mufakat dan tertib, tinggal menunggu realisasi setelah warga membentuk tim untuk menentukan klasifikasi jenis pepohonan yang nantinya terdampak penebangan.
“Terimakasih saya ucapkan kepada warga Kerjan, dan pihak terkait karena mediasi ini berjalan lancar tanpa ada permasalahan yang berarti,” pungkas Agung.
(Wahyu)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.