Meninggal Karena Sakit, Guru PAUD Dapat Santunan Dari BPJS Ketanagakerjaan

42

Semanu,(suaragunungkidul.com)–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Gunungkidul menyerahkan uang santunan kematian kepada Sumarno, warga Padukuhan Tunggul Wetan, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Jumat (06/03/2020). Sumarno merupakan suami dari Sumarni yakni pendidik Satuan PAUD Sejenis (SPS) Permata Bunda Kecamatan Semanu yang meninggal karena sakit beberapa bulan lalu.

Sumarni mendapatkan santunan sejumlah Rp 42 juta karena telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Gunungkidul.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Gunungkidul Wonosari Dhian Novita Indriastuti menyampaikan bahwa, Almarhumah (Sumarni) telah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah 10 bulan sejak Maret 2019 sampai dengan Desember 2019. Yang bersangkutan terdaftar di dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan jumlah iuran yang dibayarkan Rp 8.500 per bulan.

“ Uang Rp. 42 juta tidak tidak sebanding dan tidak bisa diukur dengan nyawa yang kita miliki, namun demikian semoga melalui program ini santunan jaminan kematian dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,”ujar Dhian, Sabtu (07/03/2020).

Dhian menambahkan, 4 program BPJS Ketenagakerjaan diberikan yakni Jaminan Sosial antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Program tersebut menyasar para pekerja baik formal seperti Pegawai Non ASN, Karyawan Toko sampai dengan Pekerja Non Formal seperti Petani, Nelayan, Tukang Ojek dan seterusnya.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada BPJS karena sudah memberikan santunan kematian kepada ahli waris,”terang penilik SPS Kecamatan Semanu Renik Srimulatsih.

Sementara itu Sukiyati selaku Perisai BPJS Ketenagakerjaan dan Ketua Himpaudi Semanu Familiningsih
mengingatkan kepada para pendidik yang belum mendaftar untuk segera melakukan pendaftaran melalui lembaganya masing-masing.

“Kami berharap agar pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sebatas JKK dan JKM, namun dapat menambah ke program lainnya seprti Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP),”imbuh Sukiyati.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.