Padi Hibrida Jadi Idola Petani Di Semin Gunungkidul

41

Semin,(suaragunungkidul.com)–Produktifitas padi jenis hibrida Intani 602 belum tertandingi oleh padi lokal maupun padi jenis lainnya. Hal tersebut dibuktikan saat panen raya Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Padukuhan Gerotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin.

Ketua Poktan Ngudi Mulyo Sukino mengatakan, hasil panen ubinan padi jenis Hibrida yang dipanen Poktan miliknya mencapai 6,1 kg atau 9,77 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar. Jumlah tersebut setara dengan 8,45 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar.

“Hasil ini tertinggi dibanding padi lokal maupun padi inpari yang ditanam petani sebelumnya. Benih padi jenis varietas Hibrida ini merupakan bantuan benih dari pemerintah seluas 7 hektar,”ujar Sukino, Rabu (25/03/2020).

Dihubungi terpisah Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Adinoto menjelaskan babwa, padi jenis Hibrida yang dipanen petani kali ini merupakan hasil penanaman benih  bantuan Pemerintah tahun 2019 lalu. Benih Padi Hibrida tersebut ditanam pada bulan Nopember sampai dengan bulan Desember 2019 dengan pemanenan tahun 2020.

“Luas penanaman padi Hibrida bantuan Pemerintah tahun 2019 ada 2000 hektar. Selain itu masih banyak petani yang menanam padi Hibrida secara swadaya. Selain Hibrida juga ditanam padi jenis gogo seluas 500 hektar dan padi inbrida/non hibrida 3000 hektar bantuan pemerintah untuk petani di Gunungkidul,”imbuhnya.

Dengan adanya bantuan pemerintah berupa benih padi tersebut, Dinas berharap dapat menaikkan produktifitas padi sehingga target produksi padi Gunungkidul bisa tercapai setiap tahunnya.

“Dalam satu tahun rata-rata target produksi kisaran 295.000 ton GKG, dan di musim tanam pertama diharapkan bisa mencapai 237.930 ton GKG,”tandasnya.

(Fajar R)

loading...



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.