Penen Ratusan Ton Per Tiga Puluh Hektar GKP, Jadi Cadangan Pangan Selama Setahun Warga Trengguno

45

Ponjong,(suaragunungkidul.com)–Kelompok Tani Sri Rejeki Padukuhan Trengguno, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong memanen padi varietas Inpago musim tanam 2019/2020. Dari hasil tanam tersebut petani menghasilkan ratusan ton Gabah Kering Panen (GKP) dari lahan seluas 30 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, petani yang berada di Padukuhan Trengguno, Desa Sidorejo memanen padi varietas Inpago seluas 30 hektar. Dari jumlah tersebut petani menghasilkan padi sejumlah 153 sampai dengan 231 ton GKP. Jumlah tersebut menurut Bambang dapat mencukupi cadangan pangan beras selama satu tahun bagi warga masyarakat Padukuhan Trengguno.

“Hasil tersebut bahkan surplus,”ujar Bambang, Selasa (07/04/2020).

Dukuh Trunggono, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponkong Sumilan mengatakan bahwa, para petani di wilayahnya  berhasil menerapkan introduksi Paket Teknologi Largo Super seluas 30 Ha.  Pada musim tanam pertama 2020/2021 mendatang, para petani berencana menanam kembali padi varietas Inpago.

“Selain hasilnya sangat baik, jerami dari padi tersebut cocok dan disenangi hewan ternak untuk pakan,”kata Samilan.

Peneliti BPTP DIY Sutardi mengatakan, hasil bobot jerami padi Inpago lebih tinggi dibandingkan padi Inpari dengan selesih 3 t/ha. Kebiasaan para petani membawa pulang hasil jerami untuk cadangan pakan sapi pada musim kemarau, sumbangan dari padi Inpago menghasilkan 28 ton jerami per ha, sedangkan padi Inpari menghasilkan 25 ton jerami per ha.

“Hasil dari Dem yang direkomendasi untuk paket tekologi Largo Super yang nyata adalah penggunaan alat tanam Atabela yang efisien menghemat waktu dan tenaga kerja, serta penggunaan padi varietas Inpago/Inhibrida Padi Gogo di lahan kering Kab Gunungkidul,” jelas Sutardi.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.