Banyak Orang Berkumpul di Pusat Perbelanjaan Karena Refresing, Kemenag Himbau Sholat Idul Fitri di Rumah

43

Wonosari, (suaragunungkidul.com)–Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul menghimbau agar warga masyarakat khususnya umat Islam agar ibadah sholat Idul Fitri 1441 H dilaksanakan di rumah masing -masing. Himbauan tersebut dilakukan bukan untuk melarang ibadah dan jamaahnya namun sebagai upaya agar virus Corona atau Covid-19 tidak merajalela.

Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan bahwa, Kemenag berpedoman pada peraturan yang diterbitkan oleh Menteri Agama melalui Surat Edaran nomor 6 tahun 2020 dan juga Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 tahun 2020 tentang tata cara pelaksanaan sholat dan hari raya Idul Fitri. Kemenag Gunungkidul mengharapkan agar seluruh masyarakat tanpa terkecuali untuk dapat melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing.

“Masjid dan lapangan serta Mushola harapan kami untuk tidak dipergunakan terlebih dahulu. Bukan kami melarang ibadahnya dan jamaahnya, tetapi Kami tetap berupaya untuk agar jangan sampai Covid-19 ini makin merajalela,”ujar Arif, Sabtu (23/05/2020).

Pihaknya meyakini bahwa warga masyarakat Gunungkidul mempunyai kesadaran yang cukup baik, sehingga bila masih terdapat warga masyarakat yang beraktifitas di pasar atau pusat perbelanjaan pihaknya menyebut hal itu merupakan manusiawi. Masa pandemi Covid-19 yang diketahui cukup lama, membuat warga merasa bosan di rumah sehingga berkeinginan untuk refreshing.

“Kita tidak bisa megeneralisir ini masyarakat kemudian tidak mendukung itu tidak, hanya kan memang berkaitan dengan kebutuhan perut,”terangnya.

Lanjutnya, pihak Kemenag tetap menghimbau kepada warga masyarakat Gunungkidul agar membangun kesadaran untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga pada lebaran tahun ini yang berbeda dengan tahun sebelumnya, agar masyarakat dapat menjaga dan merawat Gunungkidul agar terhidar dari penyebaran Covid-19.

“Semuanya dikerjakan dari rumah, makan silaturahmi pun hanya dengan cara virtual. Maka masyarakat untuk tidak terlalu banyak berkumpul,”imbuhnya.

(Fajar R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.